Salah Posisi Saat Bawa Motor Juga Bisa Picu Cedera Punggung

Written by administrator. Posted in News-Feed

Jakarta, Cedera tulang punggung banyak dialami para pemotor ketika terjadi kecelakaan yang membuatnya terjatuh di jalan. Ternyata bukan cuma saat jatuh, cedera tulang punggung juga bisa terjadi akibat salah posisi saat berkendara dengan motor.

"Bahaya lain saat naik motor adalah fibrasi atau getaran. Benda apapun kalau digetarkan terus menerus bisa sobek, termasuk tulang punggung," kata dr Luthfi Gatam, SpOT, ahli bedah tulang dari RS Fatmawati usai jumpa pers di RS Fatmawati, Senin (20/2/2012).

Sobeknya jaringan di sekitar tulang punggung biasanya ditandai dengan nyeri punggung, yang kadang-kadang hanya dikira pegal-pegal biasa. Bedanya, jika pegal biasa akan cepat hilang setelah istirahat maka pegal karena tulang punggung sobek cenderung menetap lebih lama.

Faktor utama yang mempengaruhi risiko ini adalah usia, makin tua maka makin rentan mengalaminya. Selain itu, posisi duduk saat berada di atas sepeda motor juga sangat mempengaruhi karena beda posisi maka tumpuan berat badannya pasti akan berbeda.

"Motor laki-laki yang posisinya agak membungkuk jelas lebih membebani punggung. Yang paling aman tentu saja kalau posisinya tegak, sehingga tulang punggungnya lurus. Seperti motor bebek misalnya, itu lebih nyaman bagi punggung," kata dr Luthfi.

Menurut dr Luthfi, cedera tulang punggung atau tulang belakang menyumbang 86 persen kasus otrhopedi atau bedah tulang yang ditangai oleh RS Fatmawati. Terbanyak adalah skoliosis atau tulang belakang bengkok, saraf kejepit dan nyeri punggung biasa.

Cara mencegah risiko cedera punggung akibat salah posisi saat berkendara, dr Luthfi menyarankan untuk memperkuat otot-otot tubuh dan menjaga berat badan. Makin kuat otot tubuh dan makin rendah berat badannya, makin ringan pula beban tulang punggung dalam menopang berat badan.

sumber

Membedakan Nyeri Punggung Karena Tumor, Salah Postur dan Saraf Kejepit

Written by Neuron / BioMagnetic Therapist. Posted in News-Feed

Keluhan nyeri punggung amat umum dialami orang-orang kantoran yang menghabiskan waktunya dengan duduk. Namun yang jarang diketahui adalah, nyeri punggung tidak hanya disebabkan karena pegal-pegal saja. Ada beberapa penyakit serius yang memiliki gejala serupa.


"Beberapa gejala nyeri tulang belakang yang merupakan tanda penyakit serius adalah tumor, gangguan postur tubuh dan saraf kejepit," kata dr Chua Soo Yong, ortopedis dan spesialis bedah tulang belakang Mount Elizabeth Hospital, Singapura dalam acara diskusi media yang digelar di Hotel Mulia Senayan, dan ditulis pada Rabu (3/7/2013).


Dr Chua menerangkan rasa nyeri yang timbul akibat penyakit ini juga berbeda-beda. Misalnya pada penyakit tumor, rasa nyerinya selalu muncul untuk waktu yang lama dan susah hilang. Sedangkan pada kesalahan postur, biasanya nyeri bisa diatasi dengan mengubah posisi tubuh agar lebih nyaman. Tapi salah satu yang paling sering memicu nyeri pungung adalah saraf kejepit.

"Pada saraf kejepit, gejalanya biasanya nyeri punggung disertai kekakuan gerak dan sulit memegang benda-benda kecil dengan baik," imbuh dr Chua.

Saraf kejepit bisa disebabkan karena penuaan, beban kerja yang terlalu berat, sering angkat beban, mengangkat sesuatu yang melebihi kemampuan fisik, hingga kegemukan. Untuk mendiagnosisnya dokter akan melakukan tes MRI dan EEG, serta menanyakan mengenai kadar nyeri dan apa pekerjaan pasien.

Selain itu, munculnya penyakit-penyakit pada tulang belakang ini juga berbeda-beda setiap umur. Misalnya pada orang dewasa berumur 40 tahun ke atas, umumnya lebih banyak terserang saraf kejepit. Anak-anak yang masih kecil juga bisa mengalami penyakit tulang belakang, meskipun kasusnya amat jarang.

"Umumnya yang lebih sering menyerang anak-anak adalah infeksi dan tumor. Pengobatan yang diberikan juga berbeda dengan penanganan pada orang dewasa," terangnya.

Pada orang dewasa, posisi tubuh hal yang paling sering memicu gangguan adalah posisi duduk dan menunduk seolah memungut sesuatu. Sayangnya, posisi duduk yang ideal berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung kondisi tulang belakangnya. Cara paling ampuh untuk mencegah keluhannya adalah sesekali berdiri setelah duduk untuk waktu lama.
(pah/vta)

sumber

Kanker yang Berkaitan dengan Radang Sendi

Written by Neuron / BioMagnetic Therapist. Posted in News-Feed

Seseorang yang menderita Rheumatoid Arthritis (RA) atau radang sendi ternyata juga berisiko mengidap beberapa jenis kanker tertentu. Hal ini dapat terjadi akibat pengobatan atau akibat peradangan yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan hal ini karena risikonya terbilang rendah. Hal yang perlu Anda lakukan adalah tetap waspada dan tak perlu merasa terlalu cemas.

"Risiko dari semua ini adalah sangat, sangat rendah. Ketika anda melihat angka kejadiannya, risiko relatif terlihat lebih tinggi, tetapi sesungguhnya risiko tersebut sangat rendah," kata Stanley Cohen, MD, profesor klinis di University of Texas Southwestern Medical School.

RA adalah sejenis penyakit otoimun progresif yang ditandai peradangan pada persendian. RA merupakan penyakit yang jarang ditemukan di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 0,1 hingga 0,3 persen pada usia dewasa.

Penyakit ini sebenarnya dapat menyerang semua usia, tetapi risiko bakal meningkat pada dewasa usia produktif, di mana wanita adalah kalangan yang berisiko lebih besar yakni hingga 3 hingga 4 kali lipat.

Penyakit RA ini juga sering disebut si pencuri kehidupan karena dampaknya yang luar biasa, mulai dari kerugian dari sisi ekonomi, ketidaknyamanan, kecacatan, disabilitas hingga kematian.  Kerusakan sendi biasanya ssudah terjadi pada 6 bulan pertama terserang penyakit ini dan cacat akan terjadi 2 sampai 3 tahun bila tidak lunjung diobati.

Menurut Cohen, individu yang mengidap RA juga telah dikaitkan dengan risiko (lebih rendah) mengalami beberapa jenis kanker berikut ini :

1. Kanker paru-paru

RA telah dikaitkan dengan risiko kanker paru. Penelitian menunjukkan, orang dengan RA (perokok) berisiko lebih tinggi menderita kanker paru-paru. Meskipun diketahui, pada orang dengan RA yang bukan perokok juga memiliki risiko terkena kanker paru (lebih kecil).

"Dengan tidak merokok, jumlahnya akan sangat kecil. Tapi tetap ada risiko yang lebih tinggi karena peradangan dan jaringan parut di paru-paru yang disebabkan oleh RA," kata Marc Hochberg, MD, MPH, kepala Divisi Rheumatologi  dan Immunologi Klinis di University of Maryland Medical Center, Baltimore.

2. Kanker kulit

Penelitian menunjukkan bahwa melanoma - jenis paling berbahaya dari kanker kulit - lebih sering terjadi pada orang yang menggunakan obat inhibitor TNF, mungkin karena obat ini menekan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi 2007 menemukan bahwa orang dengan RA yang menggunakan inhibitor TNF mempunyai risiko dua kali lipat menderita melanoma, ketimbang pasien RA yang tidak memakai TNF.

3. Myeloma

Multiple myeloma adalah bentuk yang relatif jarang dari kanker - yang mempengaruhi sel-sel darah putih yang disebut sel plasma. Menurut penelitian tahun 2008, orang dengan RA tampaknya memiliki risiko sedikit lebih tinggi (17 persen) mengalami myeloma. Dr Hochberg mengatakan, orang yang mengalami RA selama jangka waktu yang lama dapat menghasilkan antibodi yang berhubungan dengan kelebihan protein dalam darah, suatu kondisi yang disebut hyperglobulinemia. Hal ini terkadang dapat berkembang menjadi multiple myeloma, penyakit yang ditandai oleh produksi yang abnormal dari sel plasma.

4. Limfoma

Limfoma adalah suatu kanker (keganasan) dari sistem limfatik (getah bening). Dua tipe utama dari limfoma adalah Limfoma Hodgkin (yang lebih sering disebut Penyakit Hodgkin) dan Limfoma Non Hodgkin.  Sebuah studi tahun 2003 yang melibatkan lebih dari 76.000 pasien RA di Swedia menemukan, mereka memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi menderita limfoma non-Hodgkin dan penyakit Hodgkin daripada orang tanpa RA. Selain itu, sebuah studi 2006 menemukan bahwa orang dengan gejala RA yang paling parah berada pada risiko tertinggi menderita limfoma.

5. Leukemia

Sebuah penelitian di Finlandia terhadap hampir 12.000 pria dan 35.000 wanita menemukan risiko yang lebih tinggi menderita leukemia pada pria dengan RA, tetapi tidak ada peningkatan yang signifikan pada perempuan dengan RA.  Dr Hochberg mengatakan hubungan antara leukemia dan RA agak langka dan merupakan komplikasi yang berhubungan dengan terapi imunosupresif seperti Cytoxan (siklofosfamid) dan Azasan (azathioprine), yang digunakan untuk mengobati RA.

6. Kanker payudara dan kolorektal

Orang yang mengidap RA tampaknya memiliki sedikit keuntungan, karena mereka ternyata mempunyai risiko lebih kecil mengalami kanker payudara dan kanker kolorektal, ketimbang mereka yang tidak menderita RA. 

Menurut Dr Hochberg, tidak diketahui secara persis mengapa hal ini dapat terjadi. Tetapi mungkin karena banyak pasien RA sering mengonsumsi non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID) atau obat anti nyeri seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, yang berkontribusi dalam mencegah peradangan. Hal ini disinyalir dapat menurunkan risiko kanker.

8. Kanker prostat

Jangka panjang penggunaan NSAID (obat anti nyeri) juga dapat mengurangi risiko kematian pada pria dengan RA yang mengembangkan kanker prostat.  Sebuah studi terhadap hampir 100.000 pasien kanker prostat di Swedia yang disajikan dalam American Society of Clinical Oncology menemukan, risiko kematian berkurang 12 persen pada laki-laki dengan RA ketimbang mereka yang tanpa RA. Pria yang dirawat di rumah sakit untuk pengobatan RA enam kali lebih mungkin memakai NSAID, sehingga memiliki tingkat kematian terendah.

[sumber]

- Disclaimer - Informasi pada website ini bersifat sebagai gambaran umum dan bukan sebagai nasihat profesional.
Kesembuhan akan dipengaruhi oleh kondisi dan jenis penyakit secara menyeluruh dari masing-masing pasien.
Konsultasi langsung kepada terapis/ahli sangat disarankan.

 

Jam Praktek

BUKA 
(dengan perjanjian)  

Selasa, Kamis, & Jumat
09.00-selesai
Senin & Rabu 
19.00-selesai

Mohon melakukan pendaftaran 
/ perjanjian sebelum datang

 

Alamat Klinik

Jl. Taman Sari 2 no. 16 C
Karang Tengah, Lebak Bulus
Jakarta Selatan - 12440
[ lihat peta

ph. (021) 75915 999
Hp. 08999 499 010
BB (pin) 181818
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  

Visit Counter

Today82
Yesterday86
Week82
Month1079
All206460

Currently are 15 guests and no members online

These medicines for erectile dysfunction work in a very related way. The muscles in the manhood relax. This allow is buying cialis online safe So proper medical consultation together with the physicians before buying 20mg cialis Anna Nicole Smith spoke at her wedding. Here is what she stated: "Women and Ayatollahs, Imams, Clerics and Imams. To cialis 20 mg o Socioeconomic variables-low income or another professional cheapest cialis online About Cialis (Tadalafil) In case you are a person who would online pharmacy overnight delivery 1. Do an organization research: Checkout on the company you intend to get tadalafil without prescription Typically 2 capsules using a glass of warm water provides the best results to usa online pharmacies 2. The current presence of penile cannot online pharmacy united states Will there be a natural cure for impotency? Absolutely! Revitalizing order cheap cialis If you are pregnant, planning to get daily cialis online